
KOTA SUKABUMI – Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, kembali menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawal implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat dan mitra kerja ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai mekanisme, tujuan, serta standar kualitas yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan program strategis nasional tersebut.
Dalam sambutannya, Zainul Munasichin menekankan bahwa kehadirannya di tengah masyarakat merupakan bagian dari menjalankan fungsi pengawasan DPR RI. Ia ingin memastikan bahwa program yang digulirkan pemerintah ini berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak serta kelompok penerima manfaat lainnya.
“Sebagai mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN), Komisi IX DPR RI memiliki tanggung jawab besar untuk mengawal agar program ini tidak sekadar membagikan makanan, melainkan menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ujar Zainul.
Menampung Keluhan dan Mendorong Transparansi
Terkait maraknya diskusi publik mengenai kualitas menu di lapangan, Zainul secara terbuka mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika ditemukan ketidaksesuaian standar. Ia memahami bahwa beberapa waktu terakhir terdapat aspirasi dan keluhan dari warga, terutama terkait standar menu selama bulan Ramadan.
Menurutnya, kritik dan pengawasan dari masyarakat adalah bagian krusial dari proses evaluasi program agar penyelenggara di tingkat daerah dapat terus melakukan perbaikan.
“Masyarakat memiliki hak untuk mengawasi. Jika ditemukan ketidaksesuaian, sampaikan terlebih dahulu kepada pengelola dapur atau pihak terkait. Jika tidak ada solusi, segera laporkan melalui kanal resmi agar segera ditindaklanjuti,” tegas Zainul.
Zainul juga menambahkan bahwa dalam menilai kualitas menu, masyarakat perlu memahami struktur anggaran yang mencakup biaya operasional dapur, bukan hanya biaya bahan baku semata. Harapannya, dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, mitra kerja, dan pengawasan aktif dari masyarakat, Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berjalan dengan transparan dan berkualitas.
Kontributor : Rustandi *
Redaktur : WidiYano
Eksplorasi konten lain dari SUARA PUBLIK
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
